LIMA FAKTA GUNUNG SEMERU YANG KAMU BELUM TAHU

IMG_8779MALANG – Gunung Semeru dinobatkan sebagai gunung tertinggi di Jawa sekaligus  menjadi favorit bagi para pendaki . Jika Anda termasuk pendaki yang pernah menaklukkan atau mungkin akan menaklukkan Gunung Semeru, 5 fakta ini wajib Anda ketahui.

  1. Satu dari tujuh Seven Summit Indonesia

Setiap pendaki tentu sudah tidak asing dengan istilah Seven Summits. Yakni sebuah istilah untuk menyebutkan 7 puncak tertinggi di dunia, yang salah satunya dalah Puncak Cartenz di Papua. Di Indonesia juga dikenal istilah yang sama untuk menyebutkan tujuh puncak tertinggi yang tersebar di seluruh tanah air. Gunung Semeru masuk dalam daftar tersebut.

Dalam daftar Seven Summits Indonesia, Gunung Semeru berada di urutan ke-4 setelah Puncak Cartenz, Gunung Kerinci dan Gunung Rinjani. Tiga gunung lain yang ada dalam daftar tersebut adalah Gunung Latimojong, Gunung Binaiya dan Gunung Bukit Raya.

  1. Potongan Puncak Gunung Himalaya

Menurut kitab Tantu Pagelaran, dikisahkan Pulau Jawa sedang terombang ambing di lautan. Agar stabil, para dewa pun memotong puncak Gunung Himalaya untuk menancapkan pulau jawa di Bumi. Dalam kitab yang dibuat pada masa Majapahit itu, dikisahkan puncak Himalaya di bawa ke pulau jawa, dalam perjalananya, bagian-bagian gunung terlepas (ambrol) dan membentuk gunung-gunung suci, diantaranya Gunung Arjuna, Gunung Agung, dan Gunung Kawi.

  1. Batu Prasasti Mpu Kameswara

Sebagai gunung suci, Semeru menyimpan jejak prasasti masa kerajaan. Salah satunya batu di Ranu Kumbolo. Batu yang berada di sisi danau bertuliskan huruf jawa kuno itu berbunyi, Ling Deva Mpu Kameswara Tirthayatra yang artinya perjalanan Mpu Kameswara mencari air suci. Tradisi mencari air suci ke Semeru tersebut masih dilakukan oleh umah Hindu Bali setiap menjelang perayaan Nyepi.

  1. Padang Lavender yang Bukan Lavender

Di beberapa titik di Gunung Semeru (terutama Oro-oro Ombo) kita akan menjumpai padang bunga berwarna ungu yang oleh sebagian orang dikira sebagai bunga lavender, padahal bukan. Nama bunga itu sebenarnya adalah Verbena. Bunga ini sendiri memiliki efek merusak ekosistem di Gunung Semeru sehingga pihak taman nasional tak melarang pendaki untuk memetiknya, bahkan menyarankan untuk memetik.

  1. Kawah Itu Bernama Pasopati, Bukan Jonggring Saloko

Dihimpun dari buku Ekspedisi Samala: Menguak Kemasyuran Majapahit dari Jendela Malang Raya terungkap bahwa nama kawah di Semeru bukanlah Jonggring Saloko, melainkan Pasopati. Jonggring Saloko sendiri adalah nama jalan menuju kawah. Penamaan Pasopati berasal dari ditemukannya arca Pasopati di dalam kawah.

Iklan

2 Comments Add yours

  1. yosefpedia berkata:

    makasih infonya

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s