WENDIT, WATERPARK FAVORIT SEJAK JAMAN MAJAPAHIT

MALANG –  “.. sebabnya terburu-buru berangkat, setelah dijamu bapa asrama karena ingat akan giliran menghadap di balaikota Singasari sehabis nyekar di candi makam, nafsu kesukaan bermanja-manja menghisap sari pemandangan di Kedungbiru, Kasurangganan dan Bureng”. Itulah penggalan dari Kitab Nagarakertagama pupuh 35 bait 4 karya Mpu Prapanca yang menggambarkan peristiwa perjalanan saat Raja Majapahit, Hayam Wuruk saat singgah ke wilayah eks kadatwan Singhasari. Adapun Bureng yang tersebut dalam Kitab Nagarakertagama tersebut kini lebih dikenal dengan Wendit Waterpark yang berada di sisi timur Kota Malang.

Yups, kepopuleran Wendit memang sudah berlangsung sejak jaman kerajaan Majapahit. Kitab Nagarakertagama sendiri menyebut Bureng (Wendit) sebanyak dua kali, selain pupuh 35 bait 4, juga terdapat di pupuh 38 bait 1.

Bukti  bahwa Wendit sudah popular sejak jaman Majapahit bisa dilihat dar keberadaan jejak-jejak arkeologis kerajaan yang masih bisa ditemui hingga hari ini kendati arsitektur di tempat pemandian tersebut banyak mengalami modernisasi.

Modernisasi terlihat dari banyaknya fasilitas yang memanjakan pengunjung, diantaranya ada kolam spa dan kolam renang anak lengkap dengan water boom. Satu-satunya area yang masih terjaga adalah sendang widodaren.

Di Sendang Widodaren, dulunya ditemukan banyak arca yang kemudian dipindahkan ke dalam area punden Mbah Kabul.  Menurut buku Ekspedisi Samala: Menguak Kemashyuran Majapahit dari Jendela Malang Raya, penjaga Sendang Widodaren bernama Mbah Soleh mengaku yakin bahwa pada masa lampau pernah berdiri sebuah candi di kawasan tersebut.

Mbah Soleh juga mengatakan, Wendit sendiri ternyata ada dua, yaitu Wendit Lanang dan Wendit Wedok. Wendit Wedok saat ini dijadikan objek wisata, sedangkan Wendit Lanang diperkirakan lokasinya berjarak sekitar 1KM dari Wendit Wedok, atau berada di sekitar Desa Gentong, Tirtomoyo. Konon, Wendit Wedok dulunya diperuntukkan untuk keluarga kerajaan, sedangkan Wendit Lanang diperuntukkan bagi para prajurit kerajaan.

Keyakinan adanya Wendit lanang dan Wedok ini menurut Mbah Soleh terungkap saat ada pengunjung keturunan Tionghoa mengalami kesurupan di area punden Mbah Kabul. Pengunjung tersebut kemudian mengungkapkan banyak hal, mulai dari keberadaan Wendit Wedok dan Wendit Lanang, termasuk mengungkapkan keberadaan arca Dewa Wisnu yang ditemukan di area sendang dan kini disimpan di ruang tertutup di dekat area Sendang Widodaren.

Arca Dewa Wisnu yang sudah tidak utuh tersebut diyakini adalah perwujudan dari Raden Wijaya, salah satu raja Majapahit. Selain arca Dewa Wisnu, terdapat pula sejumlah peninggalan kerajaan berupa dua umpak yang sudah tidak utuh, pancuran air (jaladwara) berbentuk naga, dan arca dwarapala yang sudah tidak utuh.

Penasaran dengan tempat wisata yang berdiri sejak jaman kerajaan itu? Cara mencapainya cukup mudah. Jika kamu berangkat dari Kota Malang, cukup arahkan kendaraan menuju ke timur atau ke arah bandara Abdulrachman Saleh. Pemandian Wendit bisa ditemui di sisi kanan jalan, jaraknya sekitar 30 menit perjalanan dari kota. (fia)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s