Banyak Pohon Kesek Mati, Asa Membangun Pabrik Oksigen Tetap Berkobar (Gerakan Nandur Bareng)

img_0854

GERAKAN penanaman 1 milyar pohon yang digadang-gadang pemerintah jelas program mulia, namun ada gerakan yang tidak kalah urgent, yaitu gerakan perawatan pasca penghijauan. Sebab, seberapapun banyaknya pohon yang kita tanam, jika tidak dirawat alias ditinggalkan begitu saja, dipastikan program restrukturisasi lingkungan itu akan kandas di tengah jalan.
Perawatan pasca penanaman jauh lebih sulit dan memakan biaya ketimbang gerakan penanaman itu sendiri. Namun, tentu saja semangat merestrukturisasi lingkungan tidak surut. Pada Februari lalu, Republik Adventure menggelar program Nandur Bareng, yaitu penanaman sekitar 1.900 pohon di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), tepatnya di Desa Taji, Kecamatan Jabung.
Pasca Nandur Bareng, tim kecil Republik Adventure melakukan perawatan pasca penanaman, mulai dari pengecekan kondisi daun, pengukuran pertumbuhan batang, pembersihan rumput liar sekitar tanaman, hingga pemupukan. Pemantauan terakhir dilakukan pada 25 Mei lalu, atau sekitar dua minggu pasca pemberian pupuk. Hasilnya cukup beragam. Ada beberapa pohon yang terlihat mulai tumbuh dengan baik. Di blok lahan yang ditanami daun bawang, sekitar 12 pohon kesek tumbuh rancak dengan ketinggian sekitar 1,5 meter, volume daun banyak dan bentuknya bagus.

Di sudut lain, tim menemukan pohon yang pertumbuhannya lambat. Dikatakan lambat karena, ukuran batang dan daun tak jauh berbeda dengan terakhir kami pantau.

img_0859Paling miris adalah ketika tim menemukan banyak pohon kesek mati dalam kondisi daun mengering, ada pula yang patah. Bahkan di beberapa titik terlihat pohon sudah lenyap dan hanya tersisa acir (bambu penanda) yang mengirim pesan bahwa pernah ada bibit pohon kesek ditanam di tempat tersebut. Total, ada sekitar 20-30 pohon kesek yang tidak terselamatkan.

Well, perjuangan membangun pabrik oksigen masih akan dihembuskan tim Republik Adventure. Dalam waktu dekat, pemantauan akan kembali dilakukan. Rencananya, bibit pohon yang mati akan diganti dengan bibit baru (penyulaman) agar misi membuat blok kesek sebagai pabrik oksigen di Desa Taji bisa terwujud untuk kemaslahatan umat.
“Kami juga sangat siap untuk menerima masukan, uluran tenaga ataupun bibit baru untuk penyulaman agar asa membangun pabrik oksigen demi bumi lebih baik segera bisa terwujud,” kata salah satu founder Republik Adventure, Randy Igreya. (Ara/fia)