Inspeksi Pertama Pasca Nandur Bareng, Ada Kesek yang ‘Galau’

PHIA7022

17 FEBRUARI 2016 lalu, 200 orang ikut ambil bagian dalam gerakan reboisasi Nandur Bareng yang diselenggarakan Republik Adventure. Selesaikah di sana? Tidak. Karena kami melakukan pemantauan untuk memastikan 1900 tanaman itu hidup dan siap menjadi pabrik oksigen untuk Malang Raya.
Inspeksi pertama pasca penanaman dilakukan pada 3 Maret lalu. Di tengah intensitas hujan yang tinggi, tim pemantauan berangkat ke Desa Taji untuk monitoring tanaman. Untungnya, meskipun hujan mewarnai keberangkatan, namun cuaca cenderung cerah saat tim memeriksa setiap tanaman.
Hasilnya, 99 persen tanaman kondisi baik dan muncul tunas-tunas baru yang menandakan kehidupan.
Banyak temuan tim monitoring, ada beberapa pohon kesek yang ‘galau’, posisinya melengkung ke bawah karena tidak diikatkan pada acir (tongkat penyangga) oleh pemiliknya. Ada juga yang tertutup rumput-rumput liar dan ada pula tagging nama yang diikatkan pada daun, padahal seharusnya diikatkan pada batang kayu.
Temuan lain yang cukup banyak adalah bibit pohon ditanam bersama polybag dan apabila dibiarkan, tanaman menjadi tidak bisa berkembang dan akhirnya menjadi tanaman kerdil atau bahkan mati. Sehingga, tim harus membongkar kembali, membuka polybag dan menanamn ulang.
Pasca inspeksi awal, tim Nandur Bareng akan kembali melakukan pemantauan kembali dalam kurun waktu dua hingga tiga bulan ke depan.
Bagi peserta Nandur Bareng yang ingin ambil bagian dalam inspeksi tanaman, bisa menghubungi 081 334 855 774 atau 089 800 500 10 (ara/fia)