MANDEK’O REK GAWE BENCANA !!!

DSC_0524

BUMI sedang sakit, hutan-hutan di seluruh dunia mengalami krisis. Indonesia, yang notabene sebagai paru-paru dunia setiap tahun mengalami penyusutan hutan. Dalam periode 15 tahun, 28 juta hektar hutan Indonesia hilang. Pembalakan liar, kebakaran, alih fungsi hutan jadi biang kerok tipisnya oksigen, dan munculnya berbagai cuaca ekstrim yang berujung bencana yang menewaskan banyak manusia.
Namun,sepanjang kita mau berusaha, masih ada harapan untuk menyelamatan hutan. Diawali dari diri sendiri bersama sahabat terdekat, kita bisa memulai langkah kecil untuk manfaat besar hanya dengan menanam pohon.
Ya, menanam pohon bersama akan menjadi langkah awal untuk memperbaiki paru-paru kita bersama. Pohon memang makhluk hidup yang tak bergerak, namun ia memiliki kekuatan untuk menjaga kelangsungan kehidupan semua mahkluk hidup di muka bumi.
Dari sebuah kajian sederhana, inilah keistimewaan sebuah pohon yang harus dijaga agar umat manusia tak punah.
Penghasil Oksigen
pohon memiliki kemampuan menghasilkan 1.2 kg oksigen per pohon per hari. Manusia rata-rata membutuhkan 0.5 kg oksigen per hari. Jadi, menebang satu pohon berarti sama dengan membunuh dua manusia.
Peneduh
Pohon dengan dedaunan rindang akan meneduhkan lingkungan sekitar karena mampu menyerap panas 8x lebih banyak.
Rumah Bagi Makhluk Hidup
Pohon akan mengundang kehidupan lain seperti burung yang membuat sarang sekaligus mencari makan di antara pepohonan.  
Ikat Air
Kemampuan pohon tak hanya yang tampak mata. Bagian tertanam pun juga memiliki manfaat. Akar pohon mampu menyerap air hujan agar tak mengalir sia-sia dan menjadikannya sebagai cadangan air di musim kemarau. Sehingga, ketersediaan air menjadi stabil. Ketika hujan tidak terjadi banjir dan saat kemarau tidak ada bencana kekeringan.
Ikat Tanah
Akar pohon mengikat butiran tanah. Saat penghujan, jika tidak ada pohon berarti tanah tidak terikat dan pada akhirnya menyebabkan tanah longsor. Jadi menebang pohon terutama di daerah tangkapan air seperti pegunungan maupun hutan sama dengan mengundang erosi dan tanah longsor di musim penghujan.
Iklan