NANDUR BARENG

DSC_0027

Nusantara, menjadi paru-paru dunia. Sebagai negara mega biodiversity, Indonesia menghadapi ancaman kerusakan hutan tinggi. Dilansir dari antaranews.com, guru besar Fakultas Kehutanan IPB, Prof Dr Hadi S Alikodra mengatakan dalam kurun waktu 15 tahun (1990 – 2005) kerusakan hutan mencapai 148 juta hektar. Indonesia menempati negara dengan kerusakan kedua di dunia setelah Brazil.
Kerusakan hutan bukan hanya berkurangnya pohon, tetapi keberlangsungan umat manusia juga terancam. Sebab hutan hilang sama dengan menipisnya oksigen dan hilangnya sumber air bersih yang kemudian membuat keberadaan pangan akan langka.
Suhu bumi pada akhirnya meningkat dan menimbulkan dampak cuaca ekstrim seperti badai, banjir bandang, tanah longsor, hingga tsunami.
Untuk menghindari kerusakan ekosistim lebih besar, Republik adventure bersama IPPASA menggelar Nandur Bareng. Bersama generasi muda, Republik Adventure mengajak para muda mulai membangun kehidupan alam untuk masa depan lebih baik. Sebab, satu pohon besar akan memberi kehidupan untuk empat orang. Semakin banyak pohon besar, semakin sejahtera pula manusia.

Republik Adventure in association with IPPASA Present

Nandur Bareng
Rabu, 17 Februari 2016 start at 07.00 A.M
Loc: Desa Taji Kecamatan Jabung Kabupaten Malang
Also
Pengobatan dan Sunat Gratis untuk masyarakat Desa Taji
081334855774/082210184772

Supported by:
RSI Aisyiyah Malang, TNBTS, PDAM, malangvoice.com, Malang Post, RH Jaya, Pocari Sweat, Malang Strudel, Bank Jatim Syariah, Dinas Pengairan, Tocke, Childplay, Coban Jahe River Tubing, Ndi.