PELAKSANAAN PENANAMAN

PHIA6237

Pelaksanaan penanaman meliputi beberapa tahap antara lain adalah

  • Pengaturan larikan
  • Pemasangan acir bambu
  • Pembuatan lubang tanam, dan
  • Penanaman

Pengaturan larikan berfungsi untuk mengatur jarak tanam dan memudahka teknis penanam di area restorasi.

Pemasangan acir pada prinsipnya memberi tanda dimana lubang akan dibuat dan bibit akan ditanam. Acir dapat dibuat dari bambu yang telah dipotong-potong berukuran 50 -100 cm dan dibelah dengan tebalan 5 cm. Salah satu ujung bambu acir dibuat runcing agar memudahkan proses penancapan acir ke tanah.

Pembuatan lubang direkomendasikan dilakukan 1 bulan sebelum kegiatan tanam. Hal ini membantu terjadinya proses pengasaman zat-zat beracun yang berpotensi menghambat pertumbuhan bibit. Pembuatan lubang dilakukan pada titik-titik yang telah ditandai dengan acir mengikuti larikan yang telah dibuat. Pembuatan lubang dapat dilakukan dengan mencangkul tanah dengan ukuran antara 30 x 30 cm sampai 50 x 50 cm, bergantung kepada besar-kecilnya bibit dalam polibag yang akan ditanam. Bagian atas tanah sering kali kaya dengan bahan organik dan tanah dapat digali/dibongkar sedalam 30 cm. Bongkaran tanah tersebut dikumpulkan pada satu sisi lubang tanam. Penggalian selanjutnya dapat dilakukan sedalam 20 cm, dan tanah galian dipisahkan dari tanah galian pertama. Pada saat penanaman dan pengurukan bibit, tanah lapisan atas yang kaya akan bahan organik dapat dicampur dengan pupuk organik (kompos).

Penanaman.

Sebelum dilakukan penanaman, terlebih dahulu lubang yang telah disiapkan diisi oleh tanah bekas galian yang telah dicampur dengan pupuk kandang secukupnya sebagai media dasar tanam. Selanjutnya, bibit dalam polibag diambil dan dipindahkan secara hati-hati mendekati lubang tanam. Secara hati-hari, bibit dilepas dari polibag dengan cara merobek sisi polibag. Pada saat pembukaan harus dihindari adanya kerusakan akar atau batang bibit tanaman. Setelah bibit beserta media tanah dilepas dari polibag, maka bibit diletakkan pada lubang tanam dan selanjutnya ditutup dengan tanah yang telah dicampur kompos. Posisi bibit diusahakan harus tegak. Acir dapat difungsikan sebagai penguat tanaman dengan cara mengikatkan tanaman ke acir.

Sumber : Luchman Hakim