AGROWISATA

APEL, jika membayangkan buah ini, mungkin yang terlintas di benak pertama kali adalah Kota Wisata Batu. Maklum, kota yang berada di sisi barat tersebut memang sudah lama tersohor dengan buah apelnya.
Padahal, terdapat daerah lain penghasil apel unggulan yaitu Kecamatan Poncokusumo. Secara kualitas maupun kuantitas, produksi apel di Poncokusumo lebih unggul ketimbang Kota Batu. Bahkan, apel Poncokusumo sering kali dikirim ke Kota batu untuk memenuhi permintaan pasar di kota tersebut.
Poncokusumo sendiri merupakan Kecamatan yang berada di wilayah Kabupaten Malang. Lokasinya berada di lereng Gunung Semeru, tepatnya di batas selatan kawasan taman Nasional Bromo Tengger Semeru.
Untuk mencapai kawasan yang berada di ketinggian 926 mdpl ini cukup mudah, baik ditempuh dengan kendaraan pribadi maupun kendaraan umum. Jika menggunakan kendaraan pribadi, cukup mengikuti papan penunjuk arah. Namun jika memanfaatkan transportasi umum dari Terminal Arjosari, maka Anda bisa menaiki angkutan umum jenis mikrolet dengan de jurusan TA (Tumpang-Arjosari) dan selajutnya berganti dengan angkutan jalur TP (Tumpang – Poncokusumo).
Kontur tanah di Poncokusumo berbukit-bukit dengan temperature udara antara 22 hingga 26 derajat celcius. kondisi inilah yang membuat desa seluas 686,2509 hektar ini cocok untuk dikembangkan sebagai lahan pertanian.
Jenis apel yang bisa ditemui cukup beragam. Mulai dari rome beauty, manalagi, anna, dan wanly. Selain apel, Anda juga bisa menemui tanaman kubis, tomat, hingga kentang. Selain komoditas pertanian, masyarakat juga membudidayakan bunga jenis krisan atau seruni. Sama seperti apel, bunga krisan ini juga dikirim ke berbagai daerah, salah satunya ke Kota Batu.
Pada tahun 2001, kawasan Poncokusumo dicanangkan sebagai daerah agrowisata. Tak hanya untuk memenuhi pasar, perkebunan di Poncokusumo juga dikelola untuk wisata dalam bentuk petik apel, dimana wisatawan diajak memetik apel langsung dari pohonnya. Selain petik apel, ada juga petik belimbing hingga petik bunga.(fia)

Iklan