PONCOKUSUMO

APABILA hendak berkunjung ke Taman Nasional Bromo Tengger Semeru melalui Malang, bisa dipastikan Anda akan melintasi Desa Poncokusumo. Salah satu wilayah dari 33 kecamatan di Kabupaten Malang ini memang berada di lereng Gunung Semeru, tepatnya di sisi barat gunung tertinggi kedua di Indonesia tersebut.
Berada di lereng Semeru membuat kondisi geografis Poncokusumo didominasi oleh hamparan lahan berkontur perbukitan yang sebagian besar merupakan lahan produktif dengan ketinggian antara 600 hingga 1200 meter diatas permukaan laut (mdpl).
Ada banyak spot-spot wisata yang bisa dikunjungi oleh para traveller, seperti air terjun (Coban) Pelangi, Coban Trisula, Mata Air Sumber Pitu, wisata religi Pertapaan Karmel, hingga pemandian Sumber Agung.
Poncokusumo berjarak sekitar 20km dari Kota Malang, jika ditempuh dengan kendaraan bermotor membutuhkan waktu sekitar 45 menit hingga 1 jam perjalanan, karena merupakan jalur utama menuju Bromo, maka akses ke Poncokusumo relatif mudah dan jelas karena terdapat papan penunjuk arah.
Saat memasuki Desa Poncokusumo, traveller akan disuguhi dengan hamparan perkebunan milik warga, salah satu tanaman yang banyak ditemui adalah apel. Mulai dari jenis manalagi, ana, hingga romebeauty. Jika beruntung, traveller bisa ikut memanen apel milik warga hanya dengan membayar sekitar Rp 10.000 saja per orang.
Penduduk Poncokusumo masih memiliki darah suku Tengger, oleh karena itu jejak-jejak tradisi suku yang merupakan pelarian keturunan Majapahit itu terlihat di Poncokusumo. Salah satunya adalah tradisi Karo.
karo merupakan tradisi budaya yang digelar setahun sekali. Tujuannya adalah sebagai ungkapan bentuk syukur terhadap nikmat Tuhan sekaligus penghormatan terhadap arwah leluhur. (Fia)